Thank you
YUI
to Mother
versi dea el vanza
Suatu ketika
aku membaca translet lagu YUI yang berjudul to mother.
Saat itu aku
sadar bahwa walau kesedihan itu selalu datang silih berganti, namun kehidupan
harus tetap berjalan. Dalam kondisi dan situasi apapun aku tak boleh
memperlihatkan kesedihan ku pada orang lain. Terutama pada ibuku. Tapi,
kehidupan akan terus berjalan. Hari ini berganti dengan besok, besok berganti
dengan lusa dan begitu seterusnya. Semakin hari aku pun semakin bertumbuh besar
dan umurku pun semakin bertambah, semakin hari kedewasaan membuntutiku,
menuntunku dan membuatku semakin takut. Dan jika suatu saat aku bertemu dengan
seseorang yang ku cintai dan mencintaiku akan kan aku bisa sepertimu dulu?
Akankah aku
bisa menjalani hariku tanpa kehangatan mu lagi?
Mama................
Memang
seperti katanya (yui*) kebahagiaan itu seperti sihir tapi tak bersinar. Bisa
kita munculkan dan hilangkan dari otak kita tanpa seorangpun yang tau. Aku
pikir? Apakah sihir itu datang sendirinya??”tidak”
Sihir datang
dengan mantra mantra yang di ucapkan sang empunya. Begitu pula dengan
kebahagiaan. Kebahagiaan itu tak disa datang dengan sendirinya. Tapi ada
unsur-unsur penting yang menyatu didalamnya dan mendatangkan kebahagiaan. Dan
kebencian memang timbul karenya kekesalan semata.
Jadi saat
ini aku tak ingin menangis lagi dan mengubah takdir menjadi sebuah jalan cerita
yang indah bersama kelembutan dan kehangatan tangan mu (mama*)