Rabu, 08 Januari 2014

thank you YUI



Thank you YUI
to Mother versi dea el vanza
Suatu ketika aku membaca translet lagu YUI yang berjudul to mother.
Saat itu aku sadar bahwa walau kesedihan itu selalu datang silih berganti, namun kehidupan harus tetap berjalan. Dalam kondisi dan situasi apapun aku tak boleh memperlihatkan kesedihan ku pada orang lain. Terutama pada ibuku. Tapi, kehidupan akan terus berjalan. Hari ini berganti dengan besok, besok berganti dengan lusa dan begitu seterusnya. Semakin hari aku pun semakin bertumbuh besar dan umurku pun semakin bertambah, semakin hari kedewasaan membuntutiku, menuntunku dan membuatku semakin takut. Dan jika suatu saat aku bertemu dengan seseorang yang ku cintai dan mencintaiku akan kan aku bisa sepertimu dulu?
Akankah aku bisa menjalani hariku tanpa kehangatan mu lagi?
Mama................
Memang seperti katanya (yui*) kebahagiaan itu seperti sihir tapi tak bersinar. Bisa kita munculkan dan hilangkan dari otak kita tanpa seorangpun yang tau. Aku pikir? Apakah sihir itu datang sendirinya??”tidak”
Sihir datang dengan mantra mantra yang di ucapkan sang empunya. Begitu pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan itu tak disa datang dengan sendirinya. Tapi ada unsur-unsur penting yang menyatu didalamnya dan mendatangkan kebahagiaan. Dan kebencian memang timbul karenya kekesalan semata.
Jadi saat ini aku tak ingin menangis lagi dan mengubah takdir menjadi sebuah jalan cerita yang indah bersama kelembutan dan kehangatan tangan mu (mama*)


sedikit kata perpisahan



Aku Cuma ingin membahas ini saat ini, pada saat ini
Jangan membahas lagi setelah ini
Jangan mengatakan apa pun
Dan jangan bertanya apa pun padaku
Aku tak tau mengapa kamu begitu banyak berbicara tentang suatu hal
Sesuatu yang tak pernah aku bahas dengan orang lain
Sesuatu yang mungkin ada dalam sekilas mimpiku dan harapanku DULU
Tapi, aku selalu menepisnya jauh2
Aku sekarang merasa begitu dekat dengan mu
Semakin dekat, jujur aku semakin takut
Mimpi yg dulu ku tepis, perlahan telah kau buka
Aku takut tak mampu menutupnya kembali
Aku tak ingin merasa sakit lagi
Seperti saat aku menyusunnya, mengharapkannya bahkan begitu menginnginkannya dan kemudian hancur begitu saja
Saat ini, Aku senang mengenalmu mungkin bisa dikatakan bahagia
 dan sedikit ucapan terimakasih telah menghilangkan sedikit ketakutanku
Aku dan kamu tak akan pernah tau apa yang terjadi nanti
Maaf, jika suatu saat kau berniat meningalkanku,
Maka, pergilah saat ini dengan sedikit kata-kata perpisahan
Aku tak mau berharap sesuatu yang tak mungkin
                                                                        Thank’s far all “Dea El vanza”






saat menyadari siapa diriku



Aku bisa ber khayal namun aku tak bisa bermimpi
Apa impianku dan apa keinginanku,
Aku tak tau
Aku bisa berfikir namun aku tak mampu bertindak
Apa yang ku fikir dan yang ku lakukan kadang berbeda
Aku bisa berbicara banyak
Tapi tak pernah ada intinya
Aku pun bisa berdiam diri dan menyimpan semuanya rapat-rapat
Sedikit berfikir membuatku merasa lapar,
Aku tak ingin melakukan apa pun saat ini
Berbagai pertanyaan tak jelas semakin menghantuiku
Berbagai kejadian terjadi dan merubahku
Aku ingin seperti dulu
Aku ingin beberapa saat tak mengingat apapun,
Mungkin aq butuh waktu untuk membiasakan
Sesuatu yang baru itu selalu menyulitkan
Sesuatu yang baru membuatku berfikir lagi terlalu keras
Aku merasa lelah kali ini
Merasa ingin berbagi
Namun tak tau yang harus di bagi
Aku mencoba untuk lari
Tapi sudah terlalu sering aku lari dan itu membuatku semakin lelah
Aku mencoba menghadapi
Tapi aku tak berani melangkah
Aku yang mengendalikan kehidupanku
Tapi aku tak bisa melakukannya
Aku yang tau apa yang harus dan tak harus ku lakukan
Tapi nyaliku begitu ciut menghadapinya
Aku tak mau menghadapi sesuatu yang belum pernah ku hadapi
aku jg tak mau melihat sesuatu yang belum pernah ku lihat
semakin jauh,itu akan menjadi semakin baik bagiku
tapi belum tentu kehidupanku setuju dengan itu
kenapa kehidupan itu harus berdampingan?
Untuk apa allah ciptakan hati, fikiran dan perasaan
Apabila segala sesuatu selalu ada berbagai pendapat
Kenapa kehidupan itu harus punya kata” keragu-raguan?”
Kenapa sesuatu itu tak bisa di bilang “pasti”
Aku ingin berdua dengan diriku
Tapi mengapa begitu banyak orang yang mencoba berbicara padaku?
Mengapa begitu banyak orang yang menyuruhku berbuat ini dan itu
Aku hanya ingin berfikir tenang
Tidak bisakah itu
Mengapa ada anak “alay”
Mengapa ada kata “galau”
Aku tak suka kata itu
Terlebih merasakannya
Aku ingin mengeluh
Tapi sudah terlalu banyak yang ku keluhkan
Akhirnya aku pasrah
Tapi keadaan tidak menjadi lebih baik,
Justru semakin kacau
Kenapa dengan otakku?
Apa dia capek setiap hari ku paksa memikirkan hal yang tidak mungkin?
Atau
Memang begitu banyak yang sedang ku fikirkan?
Kalau seperti ini............aku ingin jadi orang lain saja
Dan tak mengenal apa pun tentang diriku
Sejujurnya aku tak punya masalah yang serius
Tapi sesuatu terjadi dan membuatku begitu serius
Dan yang terahir harus ku ucap
“aku tak ingin berkata apapun”